RSS

KPK Tak Temukan Kesalahan Kompol Novel

BANGKAPOS.COM, JAKARTA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk tim pencari fakta(TPF) guna mencari tahu kasus yang menimpa penyidiknya Novel Baswedan.

johan_budi_herudin.jpg

Hasil investigasi tim KPK sementara telah menemukan beberapa fakta baru. Seperti diketahui, oleh Polda Bengkulu, Novel disangka dengan pasal penganiayaan berat hingga menghilangkan nyawa orang lain.

Sementara hasil investigasi sementara tim KPK mengatakan bahwa Novel tidak terlibat dalam peristiwa penembakan yang menewaskan pencuri sarang walet di Bengkulu tahun 2004 silam.

“Hasil investigasi sementara yang kami dapatkan ini menjadi second opinion terhadap fakta-fakta yang disampaikan pihak Polri,” kata
Juru Bicara KPK, Johan Budi dalam jumpa pers yang digelar, Minggu (7/10/2012) malam.

Pada malam kejadian di bulan Februari 2004, terang Johan, Novel Baswedan yang berpangkat Iptu sedang berada di kantornya di Satreskrim Mapolres Bengkulu.

Imbuhnya, saat itu Novel mendapat laporan dari anak buahnya bahwa ada pencuri walet yang ditangkap dan dikepung warga dalam sebuah bangunan.

“Lalu saudara Novel memerintahkan anak buahnya turun ke lokasi. Anak buahnya diminta mengamankan tersangka dari amukan massa. Hingga tersangka dibawa ke Mapolresta Bengkulu,” kata Johan.

Selanjutnya, tim yang dipimpin Novel melakukan pengembangan kasus pencurian tersebut.

Para pelaku yang berjumlah 6 orang itu dibawa ke lokasi untuk dilakukan rekontruski. Saat dibawa, lanjut Johan, terjadi kekisruhan lantaran masyarakat yang sebelumnya sudah maraha terhadap para tersangka.
hingga akhirnya terjadi penembakan terhadap para tersangka itu, hingga mengalami luka tembak.

“Atas kejadian itu, Saudara Novel mendapat laporan susulan. Dia memerintahkan korban dibawa langsung ke rumah sakit. Keesokan harinya didapati, 1 dari 6 tersangka itu meninggal dunia,” terang Johan. Namun Johan tidak menerangkan siapa yang menembak para tersangka tersebut.

Terkait insiden itu, para penyidik di reskrim Mapolres Bengkulu diperiksa Polda Bengkulu. Polisi yang diduga melakukan penembakan menjalani pemeriksaan kode etik.

“Saudara Novel selaku Kasatreskrim ikut bertanggung jawab, kemudian saudara novel diperiksa tim majelis kode etik, hasilnya novel diberi sanksi berupa teguran keras,” kata Johan.

Kendati demikian, terang Johan, Novel tetap menjabat sebagai Kasatreskrim di Polres Bengkulu sampai bulan Oktober 2005 bahkan lulus seleksi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta.

“Fakta yang kami temukan juga, belum ada uji balistik terhadap senjata dan peluru, serta saksi-saksi secara menyeluruh. Tiba-tiba saudara Novel jadi tersangka,” kata Johan.

Terlebih, saat petugas dari Polda Bengkulu datang ke KPK, Jumat lalu Johan mengatakan, surat penggeledahan untuk Novel belum memiliki penetapan dari pengadilan.

“Kami menolak karena belum ada penetapan pengadilan,” imbuhnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in Uncategorized

 

4 ABG Jadi Pembunuh Bayaran Karena Tergiur Uang 2 Juta Rupiah

Tiga anak baru gede (ABG) ditangkap karena dituduh jadi pembunuh bayaran. Mereka menghabisi bos restoran ayam kremas dengan imbalan Rp2 juta per orang . Sebelum melakukan aksinya ketiga ABG itu terlebih dahulu menenggak minuman keras.
Namun ketiga remaja itu; At, 16, Ja, 16, dan Vi, 15, kini meringkuk di sel polisi. Mereka dibekuk di rumah masing-masing di Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Petugas gabungan Jatanras Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Barat dan Polsek Kembangan yang menangani kasus ini awalnya meringkus Bayu, 19, di rumahnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (5/1). Bayu yang memberi order membunuh.
“Tersangka Bayu berutang Rp20 juta pada korban. Ia membunuh agar utangnya tak ditagih lagi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Senin (8/10) didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Herry Heriawan.

Dalam pemeriksaan terungkap, ajakan untuk membunuh dilakukan Bayu dengan janji upah Rp8 juta untuk empat remaja itu. Mereka memang berteman. Upaya memuluskan niatnya, Bayu juga mencekoki mereka dengan minuman yang dicampur dengan obat yang membuat keempatnya agresif dan mabuk berat.

KORBAN DIJEMPUT
Pembunuha itu terjadi Rabu (26/9) malam. Saat itu, Bayu menjemput korban di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan. Kepada pegawai Kementrian Pekerjaan Umum itu, Bayu berdalih akan melunasi utangnya. Yayan yang tak curiga. Ia mau saja dibonceng anak buahnya dengan Yamaha Mio.

Namun bukannya utangnya dibayar namun korban justru dibawa Bayu ke lapangan bola di belakang komplek pemadam kebakaran. Di lokasi itu, empat pembunuh bayaran menanti. Tersangka At langsung menarik tubuh Yayan dari motor hingga terjatuh. Belum sempat bangun, korban dibacok clurit yang diayunkan tersangka Vi. Tak cuma itu, wajah pria lajang juga disayat-sayat dengan clurit.

Kesadisan berlanjut. Dua pelaku lain, termasuk Bayu, menghantam batu ke wajah korban hingga pengusaha muda itu tal lagi bergerak. Upaya menghilangkan jejak, kawanan pembunuh membakar wajah korban lalu meninggalkannya begitu saja dengan membawa dua HP dan dompet berisi Rp142.000.

Keesokannya, jasad Yayan ditemukan . Saat itu, tak ada identitas apapun. Jati dirinya baru diketahui lima hari kemudian ketika ada keluarga mendatangi kamar mayat RSCM, tempat jasad Yayan diotopsi. Keluarga itu memastikan korban adalah Yayan, anggota keluargaya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat Bayu dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. “Sedangkan, tersangka lainnya dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” kata Kombes Rikwanto

Tersangka Vi mengaku mau membunuh karena tergiur upah Rp2 juta. Ia percaya Bayu akan memberinya uang. Orangtua Bayu punya usaha konveksi di Tangerang.

Daim, 38, bapak At, terkejut mengetahui putranya membunuh orang. “Saya tidak menyangka anak itu ikut membunuh. Selama ini, meskipun anak saya tidak sekolah lagi tapi sering diawasi. Biarin saya dibilang cerewet, asalkan anak saya tidak nakal,” ujar bapak tiga anak yang tinggal di Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Pelaku pembunuhan berencana pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU), Yayan Suryana, 28, berinisial BR berniat mengambil alih usaha korban “Bebek Remes”, seusai menghabisi nyawanya bersama teman tersangka.

“Rencananya, saya akan ambil usaha milik korban, seolah-olah korban punya utang kepada saya,” kata BR di Markas Polda Metro Jaya, Senin. BR juga akan mempekerjakan empat tersangka lainnya, MFM (17), AT (15), JB (16) dan CM (16), jika rencana pembunuhan terhadap korban sudah dilakukan.

Tersangka BR yang merupakan mantan pegawai korban di tempat makan “Bebek Remes” Blok M Square itu, menyebutkan dirinya menjanjikan pekerjaan kepada para pelaku lainnya. Awalnya, BR menjanjikan akan membayar Rp2 juta, namun para tersangka

meminta “upah” membunuh Yayan sebesar Rp5 juta, kemudian BR menawarkan akan mempekerjakan tersangka di rumah makan tersebut.

BR dan empat tersangka lainnya diduga terlibat pembunuhan berencana terhadap Yayan dengan motif utang piutang di sekitar Komplek Pemadam Kebakaran, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (26/9). Diketahui, BR merasa sakit hati karena Yayan kerap menagih utang sebesar Rp15 juta yang digunakan untuk modal dagang celana di Blok M, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, BR dan empat orang temannya merencanakan pembunuhan terhadap Yayan hingga pakaian korban dibakar di atas tubuh jasadnya. Beberapa hari kemudian, anggota Polda Metro Jaya berhasil menangkap para tersangka pada beberapa lokasi di wilayah Jakarta Barat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in Uncategorized

 

10 Museum Terbesar di dunia

10. Tate Modern

Tate Modern

9. Smithsonian Museums

Smithsonian Museums

8. Vatican Museums

Vatican Museums

7. Museo del Prado

Museo del Prado

6. Galleria degli Uffizi

Galleria degli Uffizi

5. Metropolitan Museum of Art

Metropolitan Museum of Art

4. Museum of Modern Art (MoMA) New York

Museum of Modern Art (MoMA) New York

3. Musée d’Orsay

Musée d’Orsay

2. British Museum

British Museum

1. The Louvre

The Louvre
Thanks to top10marvels.com
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 16, 2012 in Uncategorized

 

Masjid-Masjid Unik di Dunia

 

Saat Islam menyebar ke seluruh penjuru muka bumi, agama tauhid ini begitu cepat diterima oleh banyak orang. Selain tanpa paksaan, tampaknya Islam begitu luruh dengan budaya setempat, sehingga orang mau menerimanya dengan tangan terbuka.

Masjid, sebagai pusat ibadah agama Islam tidak kaku dan harus bergaya seperti wilayah asalnya. Melainkan terjadi asimilasi dengan gaya arsitektur setempat sehingga selain menjadi unik, juga menggambarkan bahwa Tuhan hadir di mana saja.

Di dunia ini ada banyak masjid unik yang mungkin belum kita ketahui, seperti misalnya di bawah ini:

Masjid Sangkore, Timbuktu

Masjid Europa Point, Gibraltar

Masjid Larabanga, Mali

Masjid Missiri Frejus, Mali

Masjid Merah, Srilanka

Masjid Faisal, Pakistan

Masjid, Argentina

Masjid Al-Fateh, Bahrain

Masjid Badshahi, Pakistan

Masjid Omayyed, Syria

Masjid Menara, Kudus, Indonesia

Masjid Bawah Tanah , Yogyakarta, Indonesia

Masjid Agung Djenné, Afrika Barat

Masjid Agung dari Xi’an, Cina

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 9, 2012 in Uncategorized

 

Foke dan Faisal Debat Soal Pesawat Terbang Buatan Siswa SMK DKI

Minggu, 24/06/2012 21:12 WIB

Salmah Muslimah – detikNews

Jakarta Debat calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta semakin seru. Calon incumbent Fauzi Bowo bahkan sempat beradu opini soal pendidikan, khususnya prestasi siswa SMK di DKI Jakarta, dengan calon independen Faisal Basri.

Awalnya, Foke-sapaan akrab Fauzi Bowo- sempat membanggakan prestasi siswa SMK di DKI Jakarta. Menurut dia, siswa SMK di Ibukota sudah bisa membuat pesawat terbang, bukan sekadar mobil seperti di Solo, Jawa Tengah, kota asal calon gubernur Joko Widodo.

“Tidak hanya mobil, tapi juga pesawat terbang. Setiap kali saya memberi hadiah juga itu notebook yang dibuat adalah buatan siswa SMK,” kata Foke dalam acara debat cagub-cawagub DKI di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Minggu (24/6/2012).

Nah, dalam kesempatan itu, panitia memberikan kesempatan pada calon lain untuk berdebat atau mempertanyakan data yang disampaikan Foke. Saat diundi, Faisal Basri mendapat kesempatan tersebut.

Dari sejumlah tema yang diutarakan Foke, Faisal sempat mempertanyakan soal prestasi siswa SMK, khususnya pesawat terbang. Menurut Faisal, informasi Foke hanya menunjukkan bahwa siswa SMK yang memproduksi pesawat terbang hanya akan bekerja di daerah lain, karena pabrik pesawat terbang ada di Jawa Barat.

“Itu hanya amunisi untuk kerja di Jawa Barat, bagaimana itu?” tanya ekonom dari UI ini.

Menjawab pertanyaan Faisal, Foke pun hanya bereaksi singkat karena waktu yang sudah menipis. “Statement saya intinya, kemampuan siswa SMK di Jakarta tinggi,” ucapnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 24, 2012 in Uncategorized

 

KPK Selidiki Korupsi Pengadaan Alquran

Liputan 6 – Jum, 22 Jun 2012

Liputan6.com, Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkapkan dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran di Kementerian Agama telah masuk dalam tahap penyelidikan. KPK juga pernah menggelar perkara tersebut, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, ia tidak ingat berapa besaran nilai pengadaan kitab suci umat Islam tersebut. “Kita bukan tidak tahu. Tapi, lupa. Itu beda. Dan itu saya pastikan sudah masuk dalam penyelidikan,” kata Abraham di DPR, Jakarta, baru-baru ini.

Abraham menjelaskan pengadaan Alquran itu terkait dengan mantan Dirjen Bimas Kementerian Agama yang sekarang menjabat wakil Menteri Agama. Padahal, diketahui pengadaan Alquran itu berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam. “Ah enggak, setahu saya yang sekarang jadi Wamen,” jelasnya.

Abraham pun mengungkapkan teka teki terkait kasus dugaan korupsi ini. Menurutnya, akan ada sesuatu yang membuat rakyat Indonesia kaget terkait kasus tersebut. “Tunggu saja minggu depan, kalian akan kaget,” paparnya sambil tertawa.(APY/ULF)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 24, 2012 in Uncategorized

 

Kepemimpinan SBY Secara De Facto Sudah Selesai

Oleh Imanuel Nicolas Manafe | TRIBUNnews.com – Sab, 23 Jun 2012

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kepemimpinan Presiden SBY sudah selesai secara de facto.

Bambang mengatakan itu saat membedah buku bertajuk ‘Presiden Offside, Kita Diam atau Memakzulkan’, di Jakarta Book Fair 2012, Istora Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/6/2012).

“Jadi, sebetulnya secara de facto presiden sudah selesai,” ujarnya.

Bambang yang merupakan kader Partai Golkar menjelaskan, tamatnya kepemimpinan Presiden SBY ditandai dengan reshuffle atau pergantian posisi menteri.

“Presiden beralasan mengganti menterinya yang tidak mengikuti instruksi. Sudah jelas, saya kira ini sebuah kelemahan kepemimpinan,” kata Bambang.

Bambang pun mengambil contoh lain, yang baru-baru ini santer terdengar, bahwa ada perpecahan di internal Partai Demokrat.

“Belum lagi dirinya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, suaranya tidak didengarkan lagi oleh kader-kadernya,” papar Bambang. (*)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 24, 2012 in Uncategorized